Peluang Usaha Jasa Boga Catering

Usaha jasa boga termasuk dalam sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran termasuk salah satu sub sektor yang memiliki ketahanan cukup tinggi terhadap terpaan krisis, hal ini tercermin dari perkembangan sub sektor tersebut yang tampak meningkat selama masa krisis. Keterpurukan diberbagai bidang akibat krisis, kelihatannya tidak terlalu berpengaruh pada usaha penyedia makan dan minuman termasuk industri jasa boga. Hal ini disebabkan penurunan permintaan oleh sektor industri dapat diimbangi oleh sektor pengkonsumsi lainnya seperti jasa penerbangan, haji, rumah sakit/perkantoran dan pesta (function) masih terus meningkat.

Dari uraian diatas menunjukkan bahwa sub sektor usaha jasa boga masih akan terus berkembang seiring dengan perekonomian nasional yang cenderung terus membaik.

Menurut sumber Departemen Kesehatan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 715/Menkes/SK/V/2003 yang dimaksud dengan jasa boga atau catering adalah perusahaan atau perorangan yang melakukan kegiatan pengelolaan makanan yang disajikan di luar tempat usaha atas dasar pesanan. Menurut sumber Departemen Perindustrian dan Perdagangan usaha jasa boga adalah meliputi usaha penjualan makanan jadi (siap dikonsumsi) yang terselenggara melalui pesanan-pesanan untuk perayaan, pesta, seminar, rapat, paket perjalanan haji, angkutan umum dan sejenisnya. Biasanya makanan jadi yang dipesan diantar ke tempat pesta, seminar, rapat dan sejenisnya berikut pramusaji yang akan melayani tamu-tamu/peserta seminar atau rapat pada saat pesta/seminar berlangsung.

Pemulihan ekonomi nasional setelah mengalami kontraksi berat akibat krisis hingga kini kelihatannya belum sepenuhnya sesuai dengan harapan. Meskipun secara makro pasca krisis kondisi perekonomian nasional sudah ada kecenderungan meningkat, ternyata lajunya relatif lamban. Hal ini terjadi karena situasi politik dan keamanan dalam negeri yang masih belum stabil, sehingga belum sepenuhnya mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Memanasnya situasi politik dan keamanan tersebut secara nyata terlihat dari terjadinya ledakan bom di beberapa daerah seperti di Bali, Hotel JW Marriot dan lain-lain. Selain itu beberapa wilayah seperti Aceh dan Poso hingga kini masih senantiasa bergejolak. Dalam bidang politik, menjelang Pemilu 2004 di dalam negeri terlihat cenderung memanas. Persaingan antar partai politik menyambut pemilu tersebut sempat menimbulkan kekawatiran banyak kalangan karena sempat diwarnai oleh bentrokan-bentrokan kecil antar masa parta politik.

Kerja keras pemerintah untuk mengatasi krisis ekonomi dalam tahun-tahun belakangan ini secara esensial belum sepenuhnya mampu memperbaiki kondisi ekonomi makro. Walaupun senantiasa bergejolak beberapa indikator ekonomi makro dalam tahun-tahun terakhir ini cukup stabil dan cenderung meningkat. Sejumlah indikator ekonomi makro seperti laju pertumbuhan ekonomi dan PDB mulai positif, setelah sempat minus pada tahun 1998, demikian juga dengan nilai tukar rupiah, laju inflasi, dan tingkat suku bunga.

Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang merupakan salah satu indikator ekonomi utama dalam tiga tahun terakhir ( 2000 – 2002 ) telah kembali tumbuh positif. Pada tahun 2000 pertumbuhan PDB mulai meningkat menjadi 4,92% yang kemudian sedikit turun menjadi 3,66% tahun 2001, di tahun 2002 kembali meningkat menjadi sebesar 3,66%. Hingga semester pertama 2003 laju pertumbuhan PDB Indonesia yang dilaporkan BPS telah mencapai 3,76% dan diharapkan hingga akhir 2003 target pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 4% dapat tercapai.

Atas dasar harga konstan tahun 1993 hampir semua sektor ekonomi pertumbuhan PDB-nya sempat minus (turun), sejak tahun 2000 telah bangkit kembali (positif), termasuk sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dimana industri jasa boga tergabung di dalamnya. Pada tahun 2000 PDB sektor ini mengalami kenaikkan sekitar 5,67 persen dan pada tahun 2001 masih tumbuh 5,34 persen. Walaupun lajunya sedikit turun pada tahun 2002 PDB sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran masih tumbuh sebesar 3,61 persen. Hingga semester I tahun 2003 PDB sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran masih tumbuh sebesar 4,39% dibandingkan periode yang sama tahun 2002 lalu yaitu dari Rp 34,2 triliun menjadi Rp 35,7 triliun.

Tags: