Peluang Usaha Pembuatan Terasi

Siapa yang tidak kenal terasi. Terasi di kenal luas sebagai salah satu bahan pelengkap makanan. Terasi banya digunakan sebagai penyedap pada sambal, nasi goreng dan lain-lain. Kebutuhan akan terasi amatlah besar. Terasi digunakan sebagai bahan penyedap masakan seperti pada masakan sayuran, sambal, rujak, dan sebagainya. Sebagai bahan makanan setengah basah yang berkadar garam tinggi, terasi dapat disimpan berbulan-bulan. Masyarakat Indonesia terutama yang bertempat tinggal di Pulau Jawa kerap mengunakan terasi dalam setiap jenis makanannya. Usaha pembuatan terasi merupakan peluang usaha yang menguntungkan, terutama untuk memberikan nilai tambah dari produk hasil laut kita.

Terasi sendiri merupakan produk ikan setengah basah baik berasal dari udang atau ikan-ikan kecil yang telah dicampur dengan garam, kemudian diragikan. Ikan merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat selain sebagai komoditi ekspor. Ikan cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan dengan bahan makanan lain. Bakteri dan perubahan kimiawi pada ikan mati menyebabkan pembusukan. Mutu olahan ikan sangat tergantung pada mutu bahan mentahnya.

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, mudah didapat, dan harganya murah. Namun ikan cepat mengalami proses pembusukan. Oleh sebab itu pengawetan ikan perlu diketahui semua lapisan masyarakat. Pengawetan ikan secara tradisional bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan, sehingga tidak memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak. Untuk mendapatkan hasil awetan yang bermutu tinggi diperlukan perlakukan yang baik selama proses pengawetan seperti : menjaga kebersihan bahan dan alat yang digunakan, menggunakan ikan yang masih segar, serta garam yang bersih. Ada bermacam-macam pengawetan ikan, antara lain dengan cara: penggaraman, pengeringan, pemindangan, perasapan, peragian, dan pendinginan ikan.

Tanda ikan yang sudah busuk:

  • mata suram dan tenggelam;
  • sisik suram dan mudah lepas;
  • warna kulit suram dengan lendir tebal;
  • insang berwarna kelabu dengan lendir tebal;
  • dinding perut lembek;
  • warna keseluruhan suram dan berbau busuk.

Tanda ikan yang masih segar:

  • daging kenyal;
  • mata jernih menonjol;
  • sisik kuat dan mengkilat;
  • sirip kuat;
  • warna keseluruhan termasuk kulit cemerlang;
  • insang berwarna merah;
  • dinding perut kuat;
  • bau ikan segar.

BAHAN

  • Ikan laut (ikan tawar) 10 Kg
  • Garam 3 Kg

ALAT

  • Bak (tong kayu) tempat penggaraman
  • Pisau
  • Tampah (nyiru)
  • Peti Kayu (keranjang bambu)

CARA PEMBUATAN

  • Cuci ikan kecil-kecil atau rebon sampai bersih dari kotoran;
  • Masukkan ke dalam baskom penggaraman, tambahkan garam dan aduk sampai rata;
  • Tutup bak dan biarkan campuran ikan garam selama 1~7 hari (peragian I);
  • Selesai peragian I, jemur rebon atau ikan di terik matahari sampai setengah kering kemudian tumbuk sampai hancur (lumat), lalu jemur lagi. Lakukan hal tersebut selama 2~4 hari (peragian II). Kemudian cetak dan bungkus. Apabila perlu jemur lagi baru dibungkus

Tags: