Apa Hukum Trading Forex Menurut Syariat Islam?

Ajaran Islam mengharamkan segala bentuk riba dan menghalalkan jual beli. Apapun transaksi jual beli, yang di dalamnya tidak mengandung unsur riba, maka hal itu boleh dilakukan. Namun, bagaimana dengan jenis transaksi jual beli dengan instrumen mata uang seperti trading Forex? Yuk simak informasi mengenai hukum trading Forex menurut syariat Islam berikut ini.

Apa itu Trading Forex? dan Apa Hukum Trading Forex Menurut Syariat Islam?

Sudah menjadi perbincangan umum, bila kini trading Forex dinilai sebagai salah satu jenis investasi yang menguntungkan. Namun, banyak juga yang membahas mengenai  hukum trading Forex menurut syariat Islam. Lantas, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan trading Forex itu sendiri? Yuk, simak pengertiannya di bawah ini.

1.Pengertian Trading Forex

Pengertian Trading Forex

Sebelum Anda mengetahui terkait dengan hukum trading Forex menurut syariat Islam, ada baiknya Anda mengetahui pengertian dari trading Forex itu sendiri. Trading Forex terdiri dari dua suku kata. Pertama adalah trading, yang artinya adalah perdagangan. Kedua adalah Forex. Kata Forex sendiri merupakan akronim dari Foreign exchange, yang artinya adalah pertukaran mata asing.

Jadi, trading Forex adalah proses transaksi jual beli mata uang asing, yang digunakan untuk kebutuhan perdagangan dan pariwisata. Proses transaksi yang terjadi adalah memperdagangkan valuta asing. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan valuta asing, seperti pembayaran utang, proses ekspor maupun proses impor.

Trading Forex merupakan salah satu jenis investasi yang mengandalkan spekulasi tentang nilai tukar, atau harga mata uang internasional. Dikarenakan jenis transaksi ini sama halnya dengan investasi atau trading saham, maka seorang trader dapat membuat prediksi, terkait fluktuasi harga mata uang.

Baca Juga : Cara Menggunakan VPS untuk Trading Forex Mudah dan Aman!

2. Cara Kerja Trading Forex

Banyak yang tergiur dengan jenis investasi ini dikarenakan, Anda hanya tinggal membeli dan menjual mata uang asing. Namun, masih banyak juga yang belum mengetahui cara kerja dari proses trading Forex ini, dikarenakan ada yang masih ragu dengan hukum trading forex menurut syariat Islam. Oleh karena itu, simak informasi nya berikut ini.

Cara Kerja Trading Forex

Sebelum memberikan hukum dalam suatu perkara, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu cara kerja suatu perkara tersebut. Begitu juga bila Anda ingin mengetahui hukum trading Forex menurut syariat Islam, ada baiknya Anda mengetahui cara kerja dari proses transaksi ini.

Proses transaksi pada trading Forex bagi seorang pemula memang dikatakan sulit. Namun, bagi seorang trader atau orang yang melakukan trading yang sudah lama berkecimpung dalam bidang ini, hal ini terbilang mudah dan sederhana. Secara garis besar, cara kerja trading Forex adalah dengan membeli mata uang ketika nilai mata uang tersebut sedang rendah. Kemudian menjual mata uang tersebut ketika nilai mata uang itu sedang tinggi.

Oleh karena itu, cara kerja proses transaksi trading Forex ini hampir sama dengan jenis investasi lainnya. Misalnya jenis investasi saham, yang cara kerjanya juga mendapatkan keuntungan atau capital gain. Adapun cara kerjanya juga yaitu dengan membeli saham, ketika nilainya atau harganya murah, dan menjual saham tersebut ketika harganya naik.

Hanya saja yang membedakan dari proses transaksi trading saham dan trading Forex adalah waktu transaksi. Menurut Bank for National Settlement (BNS) yang dioperasikan oleh Federal Reserve Banks Amerika Serikat, bahwasanya pada tahun 2016 saja, volume transaksi per hari di pasar trading Forex bisa mencapai lebih dari 5,1 triliun dollar Amerika.

Apabila dibandingkan dengan volume transaksi di bursa saham terbesar dunia, yakni New York Exchange, hanya berkisar di level 22,4 miliar dollar per hari. Hal ini menegaskan, bahwa  bila transaksi pada bursa-bursa di seluruh dunia digabung, maka nilainya belum bisa melampaui transaksi trading Forex. Terlebih lagi, proses trading Forex berjalan selama 24 jam non-stop, yang berpengaruh terhadap perputaran mata uang.

Tentunya, sistem dari trading Forex dan juga trading saham akan berbeda, yang hanya berlaku pada jam kerja, sesuai dengan peraturan otoritas bursa efek masing-masing negara. Adanya peraturan dari bursa efek tersebut membuat proses perdagangan saham menjadi lebih terbatas.

Selain itu, dalam proses trading Forex tidak ada acuan resmi mengenai penentu nilai mata uang. Semuanya hanya bergantung pada kuatnya permintaan dan penawaran terhadap mata uang tersebut. Oleh karena itu, tak jarang ada sejumlah pihak yang bisa saja mempengaruhi pergerakan proses trading Forex.

Namun, ada juga faktor lain yang bisa menggerakkan pasar, seperti dana yang sangat besar. Selain itu, ada faktor lain yang juga bisa mempengaruhi harga valuta asing, seperti suku bunga, harga minyak dan kondisi geopolitik maupun ekonomi.

Apabila Anda sebagai pemula yang benar-benar awam terhadap semua proses transaksi yang ada, biasanya Anda akan disarankan untuk berlatih terlebih dahulu dengan menggunakan akun demo. Jika Anda sudah mengetahui gambaran umum mengenai proses yang ada, dan Anda sudah terlatih dengan matang, maka biasanya Anda bisa bertemu dengan broker, yaitu orang yang menjual trading Forex.

Pada saat bertemu dengan broker, dan Anda merasa sudah tepat untuk bekerja sama dengannya, yaitu dengan cara mempertimbangkan semua regulasi yang ada, Anda bisa memulai untuk membuka akun pada broker tersebut.

Setelah itu, biasanya Anda akan mendepositkan atau menaruh dan memberikan uang Anda kepada broker tersebut, untuk membeli mata uang. Kemudian Anda bisa langsung memulai proses trading, yaitu dengan cara menjual mata uang tersebut, saat harganya naik.

Apabila Anda ingin menjual mata uang ini, tentunya tidak menjualnya secara langsung. Namun, Anda harus menunggu faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai mata uang tersebut. Misalnya saja, mata uang Dollar Amerika ditarik edar dari seluruh dunia, dan kemudian kembali ke negaranya. Tentunya hal ini akan menaikkan suku bunga acuan.

Dengan demikian, kebutuhan mata uang Dollar Amerika akan meningkat secara signifikan. Tentu hal ini akan berdampak pada nilai mata uang yang akan menguat di depan mata uang lain. Tak jarang, bagi para trader yang memegang simpanan Dollar Amerika, akan diuntungkan untuk menjual mata uang ini dengan harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu, adanya faktor ini, memungkinkan Anda untuk  bisa menjual mata uang tersebut.

Baca Juga : Cara Main Trading Forex di Android Paling Mudah

Hukum Jual Beli Mata Uang dalam Islam

Hukum Jual Beli Mata Uang dalam Islam

Setelah mengetahui dasar dari proses trading Forex dan sebelum mengetahui hukum trading Forex menurut syariat Islam itu sendiri, ada baiknya Anda menyimak hukum dasar jual beli mata uang dalam Islam terlebih dahulu. Pada dasarnya, transaksi jual beli mata uang dalam Islam memiliki syarat mutlak yang harus dipenuhi. Dimana transaksi jual beli harus dilakukan secara tunai, dan berada di lokasi tersebut.

Selain itu, nilainya juga harus sama. Bila mata uang tersebut adalah mata uang sejenis. Misalnya, jika mata uang rupiah dengan rupiah bila diperjualbelikan, maka nilainya pun harus sama. Anggap saja Anda ingin menukar uang Rp 100.000,- dengan pecahan Rp 5.000,-. Pecahan uang Rp 5.000,- tersebut harus Anda dapatkan sebanyak 20 lembar. Dengan demikian, nilainya pun setara dengan Rp100.000,-.

Jika dalam proses tersebut ada pihak yang menunda pembeliannya sampai waktu yang belum ditentukan, maka proses transaksi tersebut mengandung unsur riba nasi’ah. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Muslim no. 1587.

Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama, dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai).

Hukum Trading Forex

Hukum Trading Forex

Setelah mengetahui terkait dengan sistem jual beli terutama mata uang dalam Islam, dan mengetahui terkait dengan proses trading Forex, kini Anda bisa mengetahui hukum trading Forex menurut syariat Islam.

Pada dasarnya, proses trading Forex dikatakan diperbolehkan. Pembolehan ini didasarkan pada pendapat, bahwasanya dalam trading Forex tersebut tidak ada unsur menipu, menyembunyikan yang cacat dan spekulatif, serta diukur sesuai dengan ketentuan jual beli secara umum.

Selain itu, proses ini disebut tidak spekulatif, karena harga mata uang sudah bisa diprediksi, sebagaimana harga saham. Sehingga bukanlah hasil dari tebak-tebakan harga. Namun, mayoritas ulama berpendapat, bahwasanya trading Forex hukumnya adalah haram. Hal ini dikarenakan, proses trading Forex sudah melanggar syarat jual beli mata uang dalam Islam yang utama, yaitu jual beli secara tunai.

Jadi, hukum trading Forex menurut syariat Islam adalah haram. Pasalnya, di dalam proses trading Forex, penukaran mata uang tidak dilakukan langsung secara tunai. Sehingga dalam prosesnya, trading Forex  menjadi haram.

Check Also

aplikasi trading forex terbaik untuk pemula

5 Aplikasi Trading Forex Terbaik untuk Pemula

Karena kepopulerannya, rasanya mungkin akan sedikit tertinggal zaman, jika Anda tidak ikut mencoba untuk bermain …